Anatomi suatu serangan hacking
1. Footprinting
Mencari rincian informasi terhadap sistem-sistem untuk dijadikan sasaran, mencakup pencarian informasi dengan search engine, whois, dan DNS zone transfer.
Hacking Tools:
- whois, host, nslookup, dig (tools di sistem UNIX)
- Sam Spade (tools di sistem windows)
- ARIN, traceroute, NeoTrace, VisualRoute Trace, SmartWhois, Visual Lookout, VisualRoute Mail Tracker, eMailTrackerPro
2. Scanning
Terhadap sasaran tertentu dicari pintu masuk yang paling mungkin. Digunakan ping sweep dan port scan. Mencari informasi mengenai suatu alamat IP dapat menggunakan beberapa software seperti:
- WinSuperKit
- Ping Plotter
- SuperScan
- UltraScan, dll
3. Enumeration
Telaah intensif terhadap sasaran, yang mencari user account absah, network resource and share, dan aplikasi untuk mendapatkan mana yang proteksinya lemah.
4. Gaining Access
Mendapatkan data lebih banyak lagi untuk mulai mencoba mengakses sasaran. Meliputi mengintip dan merampas password, menebak password, serta melakukan buffer overflow.
5. Escalating Privilege
Bila baru mendapatkan user password di tahap sebelumnya, di tahap ini diusahakan mendapat privilege (hak istimewa) admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis getadmin, sechole, atau lc_messages.
6. Pilfering
Proses pengumpulan informasi dimulai lagi untuk mengidentifikasi mekanisme untuk mendapatkan akses ke trusted system. Mencakup evaluasi trust dan pencarian cleartext password di registry, config file, dan user data.
7. Covering Tracks
Begitu kontrol penuh terhadap sistem diperoleh, maka menutup jejak menjadi prioritas. Meliputi membersihkan network log dan penggunaan hide tool seperti macam-macam rootkit dan file streaming.
Hacking tools : Dump Event Log, Elsave.exe, WinZapper, Evidence Eliminator.
8. Creating Backdoors
Pintu belakang diciptakan pada berbagai bagian dari sistem untuk memudahkan masuk kembali ke sistem ini dengan cara membentuk user account palsu, menjadwalkan batch job, mengubah start-up file, menanamkan servis pengendali jarak jauh serta monitoring tool, dan menggantikan aplikasi dengan trojan.
9. Denial of Service
Bila semua usaha di atas gagal, penyerang dapat melumpuhkan sasaran sebagai usaha terakhir meliputi SYN flood, teknik-teknik ICMP, Supernuke, lan/latierra, terdrop, bonk, newtear, trincoo, smurf, dan lain-lain.
Hacking tools : Jolt2, Bubonic.c, Land and LaTierra, Targa.
Klasifikasi DoS Attack :
- Smurf, Buffer Overflow Attacks
- Ping of Death
- Teardrop
- SYN
- Tribal Flow Attack